Tujuan PSSI Naturalisasi Pemain Eropa

Tujuan PSSI Naturalisasi Pemain Eropa
Tujuan PSSI Naturalisasi Pemain Eropa

Tujuan PSSI Naturalisasi Pemain Eropa – Para penggemar Timnas Indonesia niscaya sedang menanti kapan pemain naturalisasi era Shin Tae-yong melakoni debutnya pada pertandingan resmi Timnas Indonesia. Kebetulan pemain yg dipilih Shin Tae-yong hampir semuanya berposisi menjadi bek.

Dengan Program Naturalisasi yang dilakukan PSSI ini membuat teringat pada gagalnya pemain-pemain menunjukkan kualitasnya di Timnas Indonesia. Mengingat dulu pemain misalnya Otavio Dutra, Fabiano Beltrame, & Bio Paulin pula dinaturalisasi, akan tetapi hasilnya nihil. Apalagi proyek naturalisasi ini hanya dimanfaatkan buat mengecoh kuota pemain asing pada Liga 1.

Namun, proyek kali ini meski serupa akan tetapi tidak sama. PSSI & Coach Shin melakukannya menggunakan cara mengumpulkan para pemain keturunan Indonesia yg beredar pada banyak sekali belahan global buat ditawari kewarganegaraan Indonesia guna membela skuad Garuda. Tapi, kenapa yg dicari justru pemain belakang? Bukankah Timnas Indonesia masih membutuhkan juru gedor lantaran strikernya poly yg boncos?.

Shin Tae-yong memang telah merencanakan proyek naturalisasi buat menambah kekuatan Timnas Indonesia. Hal itu disambut baik sang pemerintah & federasi. Akan tetapi, tentu saja pemerintah akan selektif pada acara naturalisasi kali ini. Ya agar nir sia-sia misalnya yg dulu-dulu. Tentu menggunakan dukungan yg didapat berdasarkan pemerintah & federasi, Shin Tae-yong nir menyia-nyiakan kesempatan ini.

Baca juga: Konflik Rusia dan Ukraina Berdampak Pada Chelsea

Coach Shin pun nir asal-asalan pada menentukan pemain yg akan dinaturalisasi. Bahkan beliau butuh satu tahun lebih sampai akhirnya memilih empat nama awal yg bakal diajukan ke PSSI. Empat nama awal yg diajukan sang Shin Tae-yong pada Federasi Sepak Bola Indonesia merupakan Jordi Amat, Sandy Walsh, Mees Hilgers & Kevin Diks.

Baca juga:  Menurunnya Performa Hingga Konflik Internal Lukaku Di Chelsea

Namun, walaupun Mees Hilgers & Kevin Diks menyatakan siap buat membela Timnas Indonesia, sayangnya mereka gagal dinaturalisasi karena nir menerima biar berdasarkan orang tua. Mudah baru Sandy Walsh & Jordi Amat yg telah menyerahkan berkas penunjang proses naturalisasi menggunakan lengkap.

Keduanya adalah pemain berposisi bek. Sekarang tinggal menunggu proses berdasarkan pemerintah & tentu menunggu foto Jordi & Sandy yg sedang mencium bendera merah putih dan memamerkan KTP baru.

Memperkuat Pertahanan Indonesia

Tujuan PSSI Memperkuat Pertahanan Indonesia

Selain nama-nama tadi, terdapat nama Shayne Pattynama pemain berusia 23 tahun milik klub kasta tertinggi Liga Norwegia, Viking FK, yg pula bakal dinaturalisasi. Kabar ini dikonfirmasi eksklusif sang Exco PSSI, Hasani Abdulgani melalui postingan pada akun Instagram pribadinya. Ia menyebutkan bahwa Shayne telah mengirim surat pernyataan bahwa beliau bersedia bermain buat Timnas Indonesia, beliau pula menyertakan dokumen pendukung lainnya.

Dengan keluarnya nama Shayne Pattynama yg berposisi bek kiri, fans Timnas Indonesia mulai menyayangkan keputusan Shin Tae-yong yg poly menaturalisasi pemain belakang. Fans Indonesia merasa posisi yg wajib menerima perhatian lebih merupakan lini serang. Namun, keputusan Shin Tae-yong buat memanggil beberapa pemain belakang bukan tanpa alasan.

Baca juga: Download Found Whatsapp 18.90.1 by FoundMokdad Apk

Memang, pada era Shin Tae-yong Indonesia mempunyai bek-bek belia berbakat misalnya Alfeandra Dewangga, Asnawi Mangkualam sampai Pratama Arhan. Namun, masih nir relatif jika pertahanan Timnas hanya diisi sang para pemain belia saja, sedangkan hanya Fachrudin Aryanto pemain senior yg posisinya tidak tergantikan pada lini pertahanan Indonesia.

Baca juga:  Naturalisasi Haus akan Prestasi Hingga Komparasi

Shin Tae-yong ingin memperbaiki pertahanan Timnas Indonesia. Tak mampu dipungkiri pertahanan Indonesia masih jauh berdasarkan istilah indah, terutama pada menghadapi skema bola mati. Pertahanan Indonesia tak jarang kali kecolongan melalui bola-bola atas berdasarkan situasi set piece.

Masalah pertahanan Indonesia tentu soal postur tubuh. Postur pemain bertahan Indonesia yg kurang tinggi menyebabkan mereka relatif kesulitan saat wajib berduel pada udara menggunakan pemain-pemain jangkung milik tim lawan.

Nah, menggunakan datangnya pemain naturalisasi, dibutuhkan bisa menutup kelemahan Timnas Indonesia tadi. Apalagi pemain yg bakal dinaturalisasi misalnya Jordi Amat telah malang-melintang menghadapi striker-striker top Eropa. Ini kentara sebagai poin plus tersendiri bagi Shin Tae-yong.

Mendukung Pola Permainan Shin Tae-yong

Tujuan PSSI Mendukung Pola Permainan Shin Tae-yong

Apabila Sandy Walsh & Shayne Pattynama resmi memperkuat Timnas Indonesia, mereka pula akan mendukung pola permainan Shin tae-yong. Berkaca berdasarkan beberapa pertandingan yg telah dimainkan beserta Timnas Indonesia, instruktur berdari Korea Selatan ini tak jarang bermain mengandalkan kolektivitas para pemain. Shin Tae-yong pula sangat mengandalkan ke 2 sisi full back. Saat Indonesia membentuk agresi, Shin Tae-yong kerap menginstruksikan keliru satu full back buat naik ke tengah & berdiri sejajar menggunakan gelandang bertahan Timnas Indonesia.

Dalam situasi inilah Coach Shin, sangat membutuhkan pemain full back menggunakan kontrol bola yg indah dan mempunyai kenyamanan yg tinggi supaya bisa membentuk lini tengah yg bertenaga & variatif. Dengan naiknya keliru satu full back ke lini tengah, maka gelandang lainnya mampu bermain lebih ke depan buat membantu agresi. Lalu, si full back & satu gelandang bertahan mengisi lini tengah buat membentuk agresi berdasarkan bawah atau mengantisipasi agresi pulang berdasarkan lawan.

Baca juga:  Rekor Tak Terkalahkan Arema Fc Di BRI Liga 1 Indonesia

Baca juga: Situs Streaming Bola, Akses Gratis, Lengkap dan Terupdate

Dalam skema permainan misalnya itu, Sandy Walsh dirasa sebagai pemain yg sempurna buat mengisi kiprah tadi. Mengingat Sandy Walsh pula berstatus menjadi pemain versatile, atau pemain yg bisa bermain sama baiknya pada posisi lain yg bukan posisi naturalnya. Pasalnya, ketika beliau masih bermain pada Genk, Sandy kerap dimainkan menjadi seseorang gelandang bertahan.

Sama halnya menggunakan Sandy Walsh, Shayne Pattynama pula pemain versatile. Sejatinya beliau berposisi menjadi bek kiri, tetapi tidak sporadis beliau pula dipasang menjadi gelandang bertahan atau gelandang tengah. Jelas menggunakan adanya 2 pemain versatile ini, mereka sangat cocok buat mengisi skema yg diusung sang Shin Tae-yong.

Apabila ketiga pemain tadi resmi bergabung menggunakan Timnas, maka telah dipastikan stok pemain belakang Indonesia akan sangat melimpah. Banyak yg menduga bahwa menggunakan datangnya pemain naturalisasi, pemain lokal misalnya Asnawi & Arhan akan tersingkir berdasarkan skuad primer Timnas Indonesia. Tentu pemikiran misalnya itu tidak sepenuhnya benar.

Menghadirkan pemain naturalisasi pada posisi yg sama menggunakan Asnawi & Arhan malah sebagai hal yg indah. Menghadirkan pesaing bertenaga akan menyebabkan semangat lebih berdasarkan para pemain lokal buat mau berkembang.

Tinggalkan Balasan

scroll to top

Bacapos

Dapatkan informasi terbaru via email

Jangan lewatkan informasi terbaru lainnya dari Bacapos.com