Kasus Mason Greenwood Yang Memalukan Membuat Kehilangan Segalanya – Mason Greenwood wonderkid asal Manchester United yang sedang dalam top performanya baik di klub maupun di timnas inggris. Lahir pada 21 oktober 2001 di Bradford Inggris. Mason Greenwood mengawali karirnya di akademi Manchester United, promosi ke tim utama pada tahun 2019 pada saat pertandingan Liga Champions melawan Paris saint germain, dan menjadi penctaka gol termuda pada ajang liga Eropa dengan umur pada saat itu 17 tahun lebih 363 hari. Namun Mason Greenwod menggemparkan dunia sepak bola, bukan dengan prestasi melainkan dengan kasus yang bisa dikatakan sengat memalukan baik untuk dirinya sendir, untuk klub yang sedang dibelannya hingga Inggris sebagai tanah kelahirnannya.
Ya, dunia sepak bola akhir-akhir ini digemparkan dengan berita yang sangat mengejutkan, berita ini datang dari pemain muda Manchester United yaitu Mason Greenwood, ia tersandung atas kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan kepada Harriet Robson tidak lain adalah kekasihnya sendiri. Mason greenwood yang usianya masih 20 tahun dan sedang dalam top perform dan punya harapan besar dimasa depan dan tiba-tiba berita pemerkosaan dan kekerasan seksual muncul ke permukaan mengatasnamakan Mason greewod.
Ini adalah situasi kasus yang sangat memalukan bagi dunia sepak bola manapun khususnya bagi Manchester United. Hal yang seperti ini harusnya bisa dijadikan pembelajaran bagi siapapun, dengan adanya isu kekerasan seksual dan lain sebagainya dalam sepak bola, itu akan menghancurkan karir pemain itu sendiri walaupun seberapa hebat pemain itu.
Dampak Apa Yang Telah Diperbuat Oleh Greenwood
Berkaca dari khasus Greenwood, Manchester United langsung mengambil langkah tegas dengan tidak boleh lagi mengikuti sesi latihan, selain itu juga para pemain se-tim Greenwood menjaga jarak dengannya seperti melakukan unfollow media sosialnya yaitu Instagram seperti Cristiano Ronaldo, De gea, Pogba, dan lainnya. Perbuatan yang telah dilakukan oleh Greenwood ini mendapat perlawanan dari banyak orang khususnya adalah rekan satu timnya. Pada saat pemain sepak bola tidak bisa menjaga perilaku di luar sepak bola, saat pemain tidak bisa menjaga etika dengan lawan jenis maka kembali lagi karirnya akan hancur.
Beberapa pernak-pernik tentang Mason Greenwood yang dijual di Official Store Marchandise Mancester United, dan pihak dari klub memperbolehkan para fansnya untuk menukar jersey atau apapun itu yang bersangkutan dengan Mason Greenwood. Pada game FIFA 22 pemain Mason Greenwood sudah hilang dari game itu sendiri setelah kasus ini muncul.
Baca juga: Persiapan Negara Asean Hadapi Turnament AFF 2022 U-23
Tidak hanya itu, sponsor apparel yang mendukung Mason Greenwood dikabarkan telah memutuskan hubungan kerjasamanya karena situasi yang sangat buruk. Sebenarnya sebelum kasus ini, ada kasus serupa bahkan bisa dikatakan lebih berat. B. Mendy pemain dari Manchester City dituntut telah melakukan pemerkosaan kepada 5 perempuan dan sudah dipastikan karirnya akan terjun bebas dan akan tenggelam.
Dengan adanya kasus ini memang sedikit mengganggu kondisi tim Mnachester United secara internal maupun eksternal. Pelatih kepala Manchester United yaitu Rangnick meminta para pemain tetap fokus terhadap tim dan laga-laga selanjutnya yang akan dihadapi, dan tidak terpengaruh oleh berita-berita yang ada.
Bisa jadi kekalahan Manchester United yang didapat pada ajang piala FA melawan Middlesbroug, akibat dari para pemain terganggu mentalnya, para pemain kurang fokus dalam menghadapi pertandingan karena kasus memalukan yang menimpa Mason Greenwood. Tetapi juga tidak bisa menyalahkan 100% terhadap kasus yang terjadi, bisa jadi ada faktor lain yang memperngaruhi, karena memang secara permainan Manchester United menguasai pertandingan dengan lini tengah yang sangat kokoh, dan bermain apik. Namun beberapa peluang yang didapatkan oleh Manchester United dari Bruno Fernandes, McTominay hingga eksekusi penalti dari mega bintang Cristiano Ronaldo yang tidak bisa dikonversikan menjadi gol.
Maka, para pemain harus bisa menjaga diri terutama pada saat di luar lapangan dan dimanapun berada. Diyakini bahwa kasus yang terungkap yang terjadi di liga inggris hanya sebagian masih banyak kasus-kasus yang balum terungkap ibaratkan puncak gunung es.
Terutama setelah kekalahan Inggris pada final Euro 2020 kemarin, kasus kekerasan disana meningkat drastis dan korbannya kebanyakan adalah perempuan, entah apa penyebabnya sehingga pelampiasannya kepada perempuan. Peneliti mengatakan bahwa jika Inggris draw saja maka kekerasan seksual berada pada angka kisaran 26% sedangkan jika inggris kalah maka kasus kekerasan seksual disana akan meningkat menjadi 38% itulah yang terjadi di inggris.
Baca juga: Apa Itu Insomnia Dan Bagaimana Tips Mengatasinya
Bagaimana Dengan Pemain Di Indonesia?
Bisa dikatakan kasus seperti ini bisa saja terjadi terhadap pemain sepak bola di dunia tak terkecuali Indonesia walaupun di Indonesia kasus ini jarang terungkap. Selain itu media inggris bisa dikatakan juga berani mengungkap atau menyuarakan kasus ini. Di Indonesia memang sangat jarang, ada kasus seperti Greenwod ini yang dilakukan pemain Indonesia yaitu Yudha Febrian yang melakukan dugaan seksual dengan teman perempuannya, selain itu pemain ini memang dikenal mempunyai etika ketika diluar lapangan kurang baik, seperti sering berkunjung ke disko, minum minuman keras.
Sudah diberikan berkali-kali kesempatan oleh beberapa klub dan berjanji akan berubah namun masih belum bisa berubah. Sekarang karir Yudha Febrian sebagai pemain sepak bola yang pernah membela merah putih kini meredup dan hilang dari dunia persepakbolaan inionesia.
Pemain sepak boal yang sedang pada top perform apalagi masih muda jaga sikap baik diluar lapangan maupun diluar lapangan. Di Indonesia memang sangat jarang adanya kasus seperti ini, karena memang pamain Indonesia dikanal santun dalam arti di luar lapangan, mampu menghormati perempuan.







