Naturalisasi Haus akan Prestasi Hingga Komparasi

4_pemain_liga_eropa_yang_bakal_perkuat_timnas_indonesia_di_piala_aff_2020-169-364e1daa

Naturalisasi Haus akan Prestasi Hingga Komparasi Kualitas Liga Eropa Dengan Liga 1 – Timnas sepak bola Indonesia di kancah asean belum bisa berbuat banyak, timnas masih berada dibawah baying-bayang Thailand dan Vietnam yang bisa dibilang tim kuat di asean, Indonesia di tournament paling bergengsi se Asia Tenggara yaitu piala AFF tercatat menjadi ranner up sebanyak 6 kali dan belum pernah sekalipun juara, sedangkan untuk berbicara banyak di asia maupun dunia  Indonesia masih jauh dari harapan. Upaya terus dilakukan oleh para pemangku kepentingan untuk membuat timnas Indonesia mampu berprestasi di kancah asia maupun dunia.

Salah satu upaya yang dilakukan Indonesia melalui PSSI yaitu pada awal 2019 menunjuk pelatih asal korea yaitu Shin Tae Yong untuk menangani timnas Indonesia, selain itu PSSI yang bekerjasama dengan kemenpora melakukan naturalisasi beberapa pemain atas dasar rekomendasi dari  Shin Tae Yong. Coach Shin menganggap ada beberapa sektor kurang kuat antara lain sektor full back dan striker.

STY mengusulkan beberapa pemain untuk dinaturalisasi yaitu Mees Hilgers (CB), Jordi Amat (CB), Sandy Walsh (LB), dan Ragnaar oratmangoen (CF/AMF). PSSI melalui exco yaitu Hasan abdulgani yang dipercaya menangani proses ini sudah melakukan komunikasi ke pemain yang bersangkutan dan ke empatnya berminat untuk membela Indonesia.

Dari ke empat pemain, Jordi Amat keturunan dari Spanyol dan sekarang sedang berkarir di Belgia dan Sandi Walsh keturunan Belanda yang juga berkarir di Belgia Sudah melengkapi berkas yang diperlukan untuk proses naturalisasi yang selanjutnya akan diproses oleh kemenpora. Untuk Hilgers dan Oratmangoen melalui agennya masih mempelajari dokumen yang diperlukan.

Baca juga:  Pratama Arhan Akhirnya Resmi Berkarir Di Luar Negeri

Baca juga: Tips Nongkrong Asyik Tanpa Gadget Suasana Jauh Lebih Seru

Kualitas ke empat pemain ini tidak perlu diragukan lagi, terbukti ke empat pemain selalu menjadi starting line-up di klubnya masing-masing, dan khusus Mess Hilgers (20) masuk sebagai pemain Player Of Th Week di Ereedevisi Belanda bersama pemain-pemain top dunia. Dengan adanya naturalisasi ini berharap timnas Indonesia mampu berbicara banyak di Asia dengan diperkuat pemain-pemain berkualitas yang dibuktikan dengan prestasi.

Kualitas liga eropa

Kualitas liga-liga eropa tidak perlu diragukan lagi, apalagi bagi pemain yang sudah mampu menembus starting eleven bagi tim yang dibelanya. Tim-tim eropa, baik tim-tim besar maupun tim yang bisa dibilang kecil, memang sangat memperhatikan kualitas baik dari segi teknis maupun non teknis. Kebayakan tim eropa sudah memiliki training center sendiri dan dipastikan semua klub ada. Pembinaan usia muda, setiap tim mempunyai akademi masing-masing yang nantinya akan menjadi bibit-bibit pemain top dunia bagi klub itu sendiri seperti Lamasia, akademi dari klub raksasa spanyol yaitu Barcelona yang sudah menghasilkan pemain-pemain dunia seperti Lionel Mesi dkk.

Tidak hanya itu, kebanyakan liga-liga eropa seperti liga inggris, liga spanyol, liga italia, hingga liga jerman sistem kompetisinya jelas, sudah diatur sedemikian rupa, kapan liga akan dimulai, kapan liga akan berakhir, kapan liga akan break, dan bagaimana liga berjalan dalam kondisi pandemic seperti ini, semua sudah diatur dengan baik, sehingga klub yang menjadi peserta liga juga akan nyaman dalam menjalani laga demi laga.

Baca juga:  Indonesia Tidak Merespon Undangan Turnamen Toulon

Baca juga: Download Higgs Domino Mod Apk Versi Modifikasi Dan Lama

Regulasi yang jelas antara pengelola liga, federasi dan FIFA menjadi kunci bagaimana liga-liga top eropa menjadi kiblat persepakbolaan dunia, karena memang disitu terdapat kualitas baik pengelolaan liga yang baik hingga klub yang mengelolanya dengan professional baik dalam lapangan maupun luar lapangan seperti marketing dengan penjualan merchandise. Sehingga pemain top dunia tidak ragu untuk datang dan bermain disana, karena memang kualitasnya ada dan terbukti. Pemain yang datang juga tidak sembarang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dengan standar yang tinggi baik dari skil, kesehatan fisik hingga bagaimana peringkat negara dari seorang pemain.

Bagaimana Dengan Kualitas Liga 1 Indonesia?

Liga Indonesia hingga saat ini sudah berjalan selama 23 pekan dan diikuti oleh 18 klub. Jika berbicara masalah kualitas liga 1 Indonesia memang harus diakui bahwa kualitas kita sedikit dibawah liga dari negara tetangga kita yaitu Thailand yang sekarang menjadi liga no 1 di kawasan Asia Tenggara.

Dengan bergulirnya liga 1 saja sudah baik dari pada tidak bergulir, karena memang kita tahu bahwa kompetisi sepak bola Indonesia ini berhenti selama 2 tahun karena pandemi. Kasus ini hampir sama dengan liga dari negara Vietnam dimana disana liga sudah berjalan dan kasus covid naik salah satu klusternya adalah dari liga yang sedang berjalan, karena disana penonton diperbolehkan datang ke stadion. Sehingga mau tidak mau liga diberhentikan sementara. Dan dampaknya pemain-pemain asing yang berkarir disana memilih pindah ke liga yang tetap berjalan salah satunya Indonesia.

Baca juga:  Mengenal Ajang Paling Begengsi Sepak Bola Di Benua Afrika

Lalu bagaimamana pengelolaan liga 1, pengelolaan liga di Indonesia masih kurang baik, bisa dilihat bagaimana pengelolaan kompetisi baik kompetisi liga 1. Dari jadwal yang sering bentrok dengan jadwal pertandingan Timnas Indonesia, baik FIFA Macth day hingga tournament yang akan dilakoni Timnas Indonesia, sehingga sering tidak sinkron antara Timnas dengan Klub tentang masalah pemanggilan pemain. Pengaturan jadwal yang terlalu padat dan jam main yang terlalu malam yang membuat tim-tim mengeluh dengan jadwal yang ada.

Baca juga: Anda Sering Begadang? Berikut Tips Menghindari Begadang

Selain itu banyak kontroversi-kontroversi yang terjadi pada liga 1 baik dari wasit yang memimpin hingga regulasi yang tidak jelas dalam pertandingan, apalagi sekarang liga Indonesia dilanda dengan badai covid 19, ada beberapa pemain atau klub yang terpaksa main hanya dengan 13 pemain seperti pertandingan antara Persela dengan Madura United yang masing-masing mendaftarkan pemain mereka yang tersisa.

Selain itu pengelolaan klub masing-masing sedikit jauh dari kata professional, hanya ada beberapa klub yang mendapatkan lisensi AFC seperti Persib, Persija, Arema dan lain sebagainya. Tidak hanya itu juga klub-klub tidak memiliki akdemi untuk usia muda. Jika ingin Timnas bagus maka harus ada kompetisi yang bagus dengan pengelolaan yang benar dan kompetisi yang berjenjang dari kelompok umur hingga level senior, liga lah yang nantinya akan menghasilkan pemain-pemian yang berkualitas dengan catatan pengelolaan yang baik juga.

Tinggalkan Balasan

scroll to top

Bacapos

Dapatkan informasi terbaru via email

Jangan lewatkan informasi terbaru lainnya dari Bacapos.com