Awal Mula Munculnya Febri dan Performa Persib

SIDE-BANNER-WEB-2021-3a7be215

Awal Mula Munculnya Febri dan Performa PersibFebri Hariyadi, pemain mudah yang penuh potensi untuk bermain di luar negeri kala itu, namun entah apa yang membuat pemain ini enggan untuk melanjutkan karir di eropa. Mungkin ada beberapa alasan yang bisa membuat sang pemain tidak mau untuk berkarir di luar negeri di awal kemunculannya yang menggemparkan dunia sepakbola Indonesia.

Salah satu alasannya mungkin terkendala pada bahasa, bahasa memang sangat penting bagi pesepakbola baik di dalam lapangan maupun luar lapangan, jika seorang pemain mengalami kendala bahasa maka akan mengganggu proses adaptasi dengan tim barunya.

Yang kedua mungkin gaji yang diterima di eropa dengan di Indonesia berbeda jauh, di Indonesia pemain menerima gaji besar karena sudah dianggap bintang, sedangkan di eropa pemain Indonesia bukan siapa-siapa, pemain harus menunjukkan performa terbaik mereka untuk bisa menaikkan level permainan dan gaji akan mengikuti.

Pertama Kali Febri Hariyadi Muncul di Sepakbola Indonesia

Pertama Kali Febri Hariyadi Muncul di Sepakbola Indonesia

Muncul pada tahun 2016, Febri Hariyadi yang dipromosikan dari diklat Persib ke tim utama Persib Bandung untuk memperkuat tim di ajang TSC 2016. Torabika Soccer Competition ini digagas untuk sebagai ajang pemanasan, dimana sebelumnya pada tahun 2015 liga Indonesia yang kala itu sudah sepakat disponsori Bank asal Qatar harus ditunda dan dibatalkan karena masalah regulasi yang ada mengenai klub yang berkompetisi di QNB League kala itu. Dampaknya adalah liga harus dibekukan oleh FIFA karena adanya campur tangan oleh pemerintah.

Penampilan Febri Hariyadi kala itu cukup membuat coach Jajang Nurjaman cukup tertarik pada permainannya. Sehingga tidak jarang sang pemain dipasang sejak menit pertama pada setiap pertandingan. Penampilan Febri kala itu semakin terlihat dengan mengandalkan speed yang dia punya untuk menyisir sisi bagian kanan atau kiri lini pertahanan lawan.

Baca juga: 7 Digital Marketing Agar Sukses di E-Commerce

Baca juga:  Rumor Transfer Pemain Timnas Indonesia “Pratama Arhan”

Selain itu, ia juga didukung dengan adanya Marcos Flores yang mengerti karakter dari Febri Hariyadi, Marcos Flores sering mengirimkan umpan-umpan daerah, umpan terobosan ke lini bertahan dari lawan dengan harapan Febri dengan kecepatannya mampu memanfaatkannya.

Setelah mampu bersinar di TSC 2016, Febri  Hariyadi bersama beberapa pemain muda seangkatan seperti Gian Zola, dan Henhen Herdiana dipanggil dan mendatangi kontrak jangka panjang untuk memperkuat Persib Bandung, mereka dianggap sebagai aset masa depan untuk klub Persib Bandung. Ketiga pemain tadi adalah hasil dari didikan diklat Persib Bandung.

Pada tahun 2017 liga resmi mulai berjalan dengan beberapa regulasi baru yaitu setiap klub wajib memainkan 3 pemain muda mereka. Pemain seperti Febri, Gian Zola, dan Henhen Herdiana pastinya akan mendapatkan tempat pada skuad utama Persib Bandung walaupun menit bermain nya tidak 90 menit full. Karena pada saat itu juga tim Persib Bandung banyak dihuni oleh pemain-pemain senior yang bisa dikatakan sudah memasuki umur 30 tahun ke atas seperti I Made Wirawan di posisi kiper, Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic, Supardi Nasir, dan Tony Sucipto di lini belakang.

Di lini tengah di isi oleh pemain muda Gian Zola, di temani seniornya Hariono, dan Kim Jeffrey Kurniawan. Lini depan pada putaran pertama Persib Bandung bermain dengan menggunakan striker bayangan atau false nine yang diisi oleh Tantan atau Shohei Matsunaga yang saling bergantian atau Rafael Maitimo, sedangkan sayapnya di isi oleh Febri Hariyadi.

Baca juga: Kumpulan Artis K-Drama Yang Memiliki Karakter Melekat

Baca juga:  Persiapan Indonesia Dan Calon Lawan di Piala Dunia U-20

Mendatangkan Essien

Pada 2017 juga, Persib Bandung sempat menggemparkan dunia sepakbola Indonesia dengan langkahnya mendatangkan pemain yang pernah bermain untuk Real Madrid, Chelsea, hingga Ac Milan yaitu Michael Essien. Didatangkan dengan mahar yang cukup besar kala itu bagi klub Indonesia.

Dengan langkah Persib Bandung mendatangkan Essien, membuat Federasi yaitu PSSI melakukan perubahan peraturan salah satunya dengan setiap klub wajib mendatangkan satu pemain yang dianggap Marque Player. Sehingga nantinya tidak ada ketimpangan antara klub yang bisa dikatakan mampu dalam hal finansial dengan yang kurang mampu.

Performa Persib di Tahun 2017 hingga Sekarang

Pada tahun 2017 performa Persib Bandung yang kala itu ditangani oleh Djajang Nurjaman sangat buruk, sempat mengawali liga cukup bagus tetapi kurang konsisten dan mudah ditebak gaya bermain atau tekniknya membuat Persib Bandung mengalami penurunan dalam hal Performa, Hadirnya Essien kurang mampu mendongkrak performa tim kala itu.

Sehingga pada putaran kedua Persib Mendatangkan striker asal timnas Chad yaitu Ezechiel Ndouassel salah satu striker tajam saat ini. Ia mampu membuat public sepakbola Jawa Barat mempunyai harapan dengannya dan menjadi idola baru bagi bobotoh. Persib kala itu diluar dugaan hanya mampu finish di posisi papan bawah klasmen dan kala itu yang semula targetnya menjadi juara, berubah menjadi terhindar dari degradasi ke liga 2.

Baca juga: Cara Merawat Pakaian Agar Tetap Tahan Lama

Baca juga:  Menanti Kemampuan Lampard Sebagai Pelatih Everton

Pada tahun 2018 Persib rombak besar-besaran skuadnya termasuk mengganti pelatih dengan mendatangkan Mario Gomez, pelatih yang mempunyai kualitas namun tidak disukai oleh management Persib kala itu karena banyak menuntut beberapa fasilitas dan lain sebagainya sehingga hanya bertahan satu tahun, padahal performa Persib kala itu sangat baik dengan mengandalkan pemain-pemain muda, namun kembali lagi karena management menganggap attitude yang dimiliki membuat Mario Gomez pergi dari Persib Bandung.

Tahun 2019 masuklah Robert Rene Albert, awal kedatangannya memberikan harapan besar bagi Persib Bandung karena Robert dinilai sukses menangani PSM Makasar kala itu. Ia mampu membuat perubahan di Persib Bandung pada tahun 2019 dengan taktik yang ia terapkan.

Tahun 2020 Persib Bandung sudah mempersiapkan segalanya dengan matang terbukti dengan tidak terkalahkan dalam  3 laga awal dan menjadikan Persib sebagai pemuncak klasmen, namun karena adanya penademi liga tidak dilanjutkan.

Pada musim 2021/2022 Persib memulai Liga dengan skuad 2020 ditambah dengan beberapa pemain baru, namun Robert Rene Albert seakan-akan kehilangan sentuhannya di Persib Bandung, seakan-akan kekurangan taktik yang bisa diterapkan di Persib Bandung. Bisa dilihat di setiap pertandingan yang ada Persib mampu menang tetapi tanpa pola dalam bermain.

Tinggalkan Balasan

scroll to top

Bacapos

Dapatkan informasi terbaru via email

Jangan lewatkan informasi terbaru lainnya dari Bacapos.com