Super 30, Kisah Anand Kumar Memperjuangkan Pendidikan

Super 30, Kisah Anand Kumar Memperjuangkan Pendidikan
Super 30, Kisah Anand Kumar Memperjuangkan Pendidikan

Film Super 30, Pendidikan Adalah Hak Setiap Manusia – Pendidikan Tentunya sudah bukan kata yang asing lagi untuk didengar. Bahkan, pendidikan perlu diperjuangkan untuk diperoleh setiap individu yang bernyawa.

“Pendidikan adalah Hak setiap Manusia”

Adalah kalimah yang membuat hati setiap orang yang menonton film Super 30 ini bergetar, terenyuh, dan membuka pikiran kita sedikit demi sedikit. Kalimat tersebut memiliki makna tersendiri bagi Penulis, dimana dalam film tersebut menceritakan bahwa Pendidikan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berkasta Raja, Ksatria, dan brahmana.

Kasta yang dimaksud adalah kasta bagi orang-orang yang ber-uang, bagi anak yang berasal dari keluarga yang berkasta rendah tidak pantas mengenyam pendidikan, meski mimpi dan kepintaran mereka setara, sama tingginya seperti anak dari kasta tinggi.

Dalam film pun digambarkan bahwa masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa hanya anak Raja yang akan menjadi Raja, hanya anak ksatria yang pantas menjadi ksatria. Mereka hidup dengan mempertahankan stigma itu.

Film Super 30 ini adalah Film asal Negara India, yang liris di Indonesia pada tanggal 12 Juli 2019 lalu. Film ini juga di sutradarai oleh Vikas Bhal yang mana sudah banyak film yang Di garapnya, salah satunya adalah Film Shandaar, Queen, bahkan Film Ganapath yang akan rilis pada tahun 2022 ini.

Baca juga: 3 Alasan Terpenting Belajar Bahasa Inggris

Baca juga:  Arti Kkondae Ungkapan Korea Dari Drakor 'Kkondae Intern'

Film super 30 ini diperankan oleh salah satu aktor terkenal yaitu Hritik Roshan, salah satu pemain film yang banyak digemari oleh para fans di seluruh dunia. Hritik Roshan memerankan tokoh utama yang bernama Anand Kumar, Ia adalah seorang Jenius Matematika India, kemampuannya dalam Matematika tidak diragukan lagi, bahkan sudah diketahui banyak orang.

Dalam film pun diceritakan bahwa Anand Kumar menjuarai kompetensi Matematika, dan mendapatkan jaminan dari perdana menteri Jika Anand meminta apapun terhadapnya, maka akan dikabulkan. Tanpa diketahui, perdana menteri melupakan ucapan dan janjinya itu, hingga Ayah Anand Kumar meninggal dunia, karena memiliki beban pikiran bagaimana Ia bisa mendapatkan biaya pendidikan untuk Anand Kumar yang diterima kuliah di luar negeri.

Setelah kejadian Meninggalnya Ayahnya tersebut, Anand Kumar pun melupakan mimpinya untuk melanjutkan sekolah, dan menerima nasib untuk menjadi seorang penjual. Hal yang membuat Hati Penulis sakit yaitu bagian ketika Surat Pernyataan Anand Kumar diterima untuk berkuliah, Ia relakan untuk menjadi bungkusan makanan yang Ia jual, karena memang sudah tidak ada harapan lagi, hingga bungkusan itu di bakar oleh salah seorang pembeli, Anand Kumar tentu masih memiliki ke tidak relaan akan itu, tapi Ia pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Baca juga: Cara Mengatasi Stres Menurut Islam Wajib Diamalkan

Kisah Memilukan Anand Kumar Dalam Film Super 30

Selain cerita diatas, masih banyak sekali kejadian yang menurut Penulis amat memilukan. Salah satunya adalah ketika Seorang Anand Kumar yang diusir dari perpustakaan karena Ia bukanlah salah satu siswa di sekolah tersebut. Diceritakan, bahwa Anand Kumar memang merupakan pribadi yang gemar belajar, Ia selalu mengunjungi berbagai perpustakaan mana pun, yang penting baginya adalah Ia mendapatkan Ilmu.

Baca juga:  Kumpulan Artis K-Drama Yang Memiliki Karakter Melekat

Pada saat itu, perpustakaan yang Anand Kumar kunjungi adalah salah satu perpustakaan yang menyediakan jurnal asing, dan juga perpustakaan tersebut berlokasi kan di tempat yang bisa Ia jangkau, meski tetap saja jauh. Namun, peristiwa tidak menyenangkan Anand Kumat dapati, penjaga perpustakaan itu mengusir Anand Kumar yang sedang mencatat materi dari jurnal Asing itu, hingga membuat Anand Kumar menjadi pusat perhatian semua orang. Hingga, mau tidak mau Anand Kumar pun pergi dengan berat hati.

Ketika berjalan keluar dengan perasaan sedih, salah satu penjaga baik hati memberitahukan kepada Anand Kumar bahwa Jurnal asing tersebut bisa diakses oleh siapa saja, dengan syarat Anand Kumar harus menjadi salah-satu penulis dari Jurnal tersebut. Dan dengan tekad yang kuat, Anand Kumar pun mulai menulis suatu jurnal mengenai suatu bahasan Matematika yang tadinya rumit menjadi sederhana. Alhasil, Jurnal yang Ia buat itu berhasil terbit dan ketika Anand Kumar berkunjung kembali ke perpustakaan itu, Ia membuat bungkam penjaga yang dulu memarahinya.

Baca juga: Mau Menaklukan Hati Cewek Polos? Begini Rahasianya

Hal itu membuat penulis berpikir bahwa dengan ilmu yang kita punya, bisa membuat Kita dihargai, bisa membuat harga diri kita terangkat, dan bisa membuat orang-orang yang menyepelekan Kita diam tak berkutik.

Film ini benar-benar berfokus pada menceritakan perjalanan hidup seorang Anand Kumar bersama saudaranya yang memperjuangkan pendidikan anak-anak dari perekonomian rendah, Ia menyediakan pendidikan gratis bagi mereka yang berkeingan tinggi mencapai cita-citanya, terlepas dari keluarga mana bereka berasal, dari tingkat perekonomian mana anak itu berasal, asal Anak tersebut memiliki keingin untuk mengubah nasib, maka Anand Kumar mempersilahkan untuk mengikuti kelas yang Ia sediakan.

Baca juga:  Film Horor Terbaik Paling Menegangkan Terbaru Tahun Ini

Hal itu Anand Kumar lakukan untuk menciptakan keadilan, dimana Ia membuktikan bahwa Pendidikan pantas didapatkan oleh setiap anak tanpa perlu memandang kasta yang selalu dielu-elukan. Banyak sekali perjuangan serta pengorbanan yang dilakukan oleh Anand kumar, bahkan cintanya pun Ia lepas hanya untuk tujuan mulanya itu.

Bagi Para Pembaca yang belum menonton film ini, Aku kasih saran buat nonton, apalagi bagi kalian yang punya ketertarikan dalam Dunia Pendidikan. Pasti gak bakalan nyesel, malahan bisa menambah pemikiran baru dalam otak kalian mengenai Pendidikan itu. Selamat menonton!

Tinggalkan Balasan

scroll to top

Bacapos

Dapatkan informasi terbaru via email

Jangan lewatkan informasi terbaru lainnya dari Bacapos.com